Beranda Proton Pass

Proton Pass vs. Bitwarden

Pengelola kata sandi adalah alat penting untuk mengamankan akun daring dan melindungi data. Penyedia harus tepercaya, tetapi bagaimana cara memilihnya? Proton Pass dan Bitwarden adalah dua opsi populer — mari pelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mengevaluasi Proton Pass dan Bitwarden

Paket

Sebagian besar pengelola kata sandi menawarkan paket gratis dan berbayar dengan fitur serta fungsionalitas yang berbeda. Tergantung pada kebutuhan, membagikan data secara aman atau menyesuaikan item yang dibuat dapat menjadi prioritas, misalnya.

Berikut adalah perbandingan paket gratis dan berbayar untuk Proton Pass dan Bitwarden:

undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
Log masuk, catatan, dan perangkat tanpa batas
Tersedia di aplikasi peramban, seluler, dan desktop
Alias hide-my-email bawaan*

10

Tanpa batas

Alias dengan domain khusus

Tanpa batas

Kirim email dari alias
Brankas/koleksi

2

2

50

2

Berbagi brankas (pengguna tambahan)

2

1

10

1

Berbagi item**
Berbagi tautan aman
Lampiran file
Penyimpanan

1 GB

1 GB

10 GB

5 GB

Item khusus
Jenis item yang telah ditentukan

4

5

14

5

Akses darurat
Autentikator 2FA bawaan
Peringatan kata sandi lemah dan digunakan kembali
Monitoring dark web
Email terenkripsi, kalender, VPN, dan penyimpanan cloud

Fitur gratis

Fitur gratis

* Bitwarden hanya mendukung alias melalui integrasi pihak ketiga

** Bitwarden hanya mendukung pengiriman catatan terenkripsi

Harga

Paket premium untuk kedua layanan menawarkan fungsionalitas tambahan yang signifikan, seperti autentikator 2FA bawaan, dukungan untuk lampiran file, akses darurat, perlindungan akun tingkat lanjut, dan monitoring.

Proton Pass Plus seharga $35,88 per tahun, sedangkan Bitwarden Premium seharga $19,80. Keduanya mencakup fitur premium utama yang diharapkan, tetapi terdapat perbedaan yang jelas.

Untuk keluarga, Proton Pass Family seharga $59,88 per tahun dan Bitwarden Families seharga $47,88 per tahun. Kedua paket mendukung hingga 6 pengguna, cocok untuk penggunaan rumah tangga.

Alias email

Alias email memungkinkan penyembunyian alamat asli dengan membuat alamat email unik untuk setiap aplikasi atau layanan yang didaftarkan, yang kemudian meneruskan pesan ke kotak masuk. Hal ini membantu mengurangi spam dan phishing serta mencegah pialang data menjual data pribadi.

Proton Pass menawarkan alias email dengan paket gratis dan berbayarnya. Memungkinkan pembuatan, pengelolaan, dan penggunaan alias secara otomatis tanpa pengaturan tambahan. Dengan paket berbayar, pengiriman dan penerimaan email dapat dilakukan di beberapa kotak masuk, serta menggunakan domain khusus.

Bitwarden mendukung integrasi dengan layanan alias seperti SimpleLogin dan Addy.io, tetapi pengaturan harus dilakukan secara mandiri. Perlu membuat akun dengan penyedia layanan, lalu membuat dan menempelkan kunci API serta URL server ke Bitwarden. Karena layanan ini memerlukan langganan terpisah, biayanya bertambah: SimpleLogin dan Addy.io masing-masing seharga $36/tahun.

Kolaborasi dan berbagi

Terkadang, data dari pengelola kata sandi perlu dibagikan, baik berupa kartu kredit perusahaan kepada rekan kerja maupun info masuk layanan streaming kepada pasangan. Proton Pass dan Bitwarden mendukung berbagi secara aman dengan enkripsi end-to-end, tetapi keduanya menanganinya secara berbeda.

Dengan Bitwarden, proses berbagi cukup rumit: pengguna diharuskan membuat Organisasi lalu memindahkan item ke dalam Koleksi sebelum dapat dibagikan. Pengaturan ini dapat membingungkan bagi orang yang kurang memahami teknologi atau belum terbiasa dengan terminologi Bitwarden. Item individual tidak dapat dibagikan secara langsung dari brankas, tetapi tautan sementara dapat dibuat untuk catatan aman.

Di Proton Pass, fitur berbagi sudah terintegrasi ke dalam aplikasi. Brankas atau item tunggal dapat dibagikan secara langsung kepada pengguna Proton Pass lain, atau tautan aman dengan opsi kedaluwarsa dapat dibuat untuk orang yang tidak memiliki Akun Proton. Berbagi dikelola langsung dari brankas, dengan opsi untuk melacak dan mencabut akses kapan saja.

Tipe data

Proton Pass memiliki 14 tipe item standar (misalnya, masuk, kartu kredit, ID, kata sandi Wi-Fi, catatan medis) dengan opsi untuk membuat item yang sepenuhnya dapat disesuaikan untuk kebutuhan unik. Sangat fleksibel dan cocok untuk informasi pribadi dan bisnis di luar kata sandi.

Bitwarden memiliki lima tipe item standar (masuk, kartu, identitas, catatan aman, dan kunci SSH) dengan opsi untuk menambahkan kolom khusus atau membuat catatan aman sebagai solusi serbaguna. Menawarkan fleksibilitas yang lebih rendah untuk data khusus atau terstruktur dibandingkan dengan Proton Pass.

Autentikator 2FA bawaan

Autentikasi dua faktor meningkatkan keamanan akun dengan mempersulit siapa pun yang bukan pemiliknya untuk masuk. Menggunakan autentikator untuk membuat kode unik sangatlah mudah dan efektif, dan Proton Pass serta Bitwarden menyertakan autentikator bawaan dalam paket premium mereka.

Akses darurat

Pengelola kata sandi menyimpan informasi penting, seperti data keuangan, hukum, dan kesehatan, yang mungkin perlu diambil oleh anggota keluarga atau kontak tepercaya dalam keadaan darurat. Proton Pass dan Bitwarden menyertakan fitur akses darurat dalam paket berbayar mereka, yang memungkinkan penunjukan orang terlebih dahulu untuk mengakses akun jika terjadi sesuatu.

Perlindungan dan monitoring akun tingkat lanjut

Untuk melindungi data, Proton Pass dan Bitwarden menawarkan perlindungan dan monitoring akun bawaan dalam layanan mereka.

Proton Pass menyertakan Pass Monitor di semua paket, dengan peringatan untuk kata sandi yang lemah dan digunakan kembali, serta 2FA yang tidak aktif. Proton Pass Plus menambahkan Monitoring Dark Web untuk kredensial yang bocor dan Proton Sentinel, sistem yang selalu aktif dengan monitoring perilaku dan deteksi penipuan tingkat lanjut.

Bitwarden menawarkan Laporan Kebocoran Data di semua paket menggunakan Have I Been Pwned (HIBP) untuk memeriksa email yang terekspos, sedangkan Premium menambahkan Laporan Kesehatan Brankas yang menandai kata sandi yang lemah, digunakan kembali, atau terekspos, serta 2FA yang tidak aktif.

Sumber terbuka

Menyediakan kode sumber agar dapat dilihat adalah cara perusahaan untuk membuktikan bahwa perangkat lunaknya berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini juga membantu perusahaan menerima pemeriksaan dari pakar keamanan dan program bug bounty. Aplikasi Bitwarden dan Proton Pass merupakan open source dan berkomitmen untuk mempertahankan model ini demi transparansi penuh.

Self-hosting

Self-hosting memungkinkan pengoperasian pengelola kata sandi di infrastruktur sendiri, memberikan kontrol langsung atas data dan keamanan. Meskipun cocok untuk organisasi yang memiliki sumber daya dan keahlian yang tepat, hal ini memerlukan pengetahuan teknis tingkat lanjut dan mungkin tidak cocok untuk sebagian besar individu atau bisnis kecil.

Bitwarden memungkinkan self-hosting agar data tidak pernah meninggalkan lingkungan sendiri. Proton Pass, seperti layanan Proton lainnya, tidak dirancang untuk self-hosted karena arsitekturnya yang rumit.

Dukungan finansial

Sumber pendanaan perusahaan memengaruhi insentif dan tingkat transparansi yang ingin ditunjukkan. Proton telah didanai oleh komunitas sejak awal, menyusul peluncuran Proton Mail pada tahun 2014 dengan kampanye urun dana yang sukses. Proton tidak didanai oleh perusahaan modal ventura atau pengiklan dan dimiliki oleh Proton Foundation, organisasi nirlaba Swiss yang misinya adalah melindungi privasi para pelanggannya.

Bitwarden telah mengumpulkan lebih dari $100 juta dari lima investor melalui pendanaan modal ventura. Meskipun dukungan jenis ini dapat membantu mempercepat pertumbuhan, hal ini juga dapat menimbulkan tekanan untuk memprioritaskan keuntungan, terkadang dengan mengorbankan kualitas produk atau kepercayaan pengguna.

Pertimbangkan Proton Pass

Meskipun Bitwarden adalah pengelola kata sandi yang andal dan aman, Proton Pass dibuat untuk mengutamakan privasi. Sebagai bisnis independen dan Eropa, Proton berkomitmen untuk menolak model pendapatan dari eksploitasi data yang dipelopori oleh Big Tech. Sebaliknya, kontrol atas data berada di tangan Anda.