Tidak diragukan lagi bahwa Face ID adalah fitur iPhone yang praktis. Pengalamannya jauh lebih mulus daripada memasukkan kode sandi setiap kali ingin membayar sesuatu atau membuka ponsel dengan cepat. Namun, terdapat situasi ketika kontrol lebih besar atas cara membuka kunci iPhone mungkin diperlukan.
Berikut cara menonaktifkan Face ID, serta kapan dan mengapa hal tersebut perlu dilakukan.
- Cara menonaktifkan Face ID
- Bagaimana cara kerja Face ID?
- Apakah Face ID aman?
- Kapan harus menonaktifkan Face ID
- Apa yang dapat digunakan sebagai pengganti Face ID
Cara menonaktifkan Face ID
Terdapat tiga pilihan utama untuk menonaktifkan Face ID di iPhone — secara permanen, sementara, atau untuk fungsi tertentu.
Cara menonaktifkan Face ID secara permanen (Atur ulang Face ID)
1. Di iPhone, buka Pengaturan.
2. Pilih Face ID & Kode Sandi, lalu masukkan kode sandi.
3. Pilih Atur Ulang Face ID.

Pada iOS 17.3 ke atas, Perlindungan Perangkat Dicuri mungkin perlu dinonaktifkan sementara di menu yang sama sebelum dapat mengatur ulang Face ID.
Cara menonaktifkan Face ID secara sementara
1. Tekan dan tahan tombol samping dan salah satu tombol volume selama 2 detik.
2. Ketuk Batalkan atau tekan tombol samping lagi.

Face ID akan dinonaktifkan hingga iPhone dibuka kunci dengan kode sandi.
Cara menonaktifkan Face ID untuk fungsi tertentu
Face ID dapat dinonaktifkan untuk fungsi atau aplikasi tertentu, seperti membuka kunci iPhone atau pembayaran nirkontak.
1. Di iPhone, buka Pengaturan.
2. Pilih Face ID & Kode Sandi, lalu masukkan kode sandi.
3. Di bawah Gunakan Face ID Untuk, nonaktifkan fungsi dan aplikasi yang tidak ingin digunakan dengan Face ID.

Bagaimana cara kerja Face ID?
Face ID menggunakan teknologi pengenalan wajah Apple untuk mengambil data wajah dengan membuat peta kedalaman dan citra inframerah wajah. Data ini diubah menjadi representasi matematis, yang kemudian dibandingkan dengan wajah setiap kali ponsel dibuka kunci.
Secara bawaan, Face ID hanya membuka kunci ponsel jika mata terbuka dan perhatian tertuju pada perangkat, sehingga sangat sulit bagi orang lain untuk membuka kunci perangkat saat sedang tidur atau tidak sadar.
Apakah Face ID aman?
Saat mempertimbangkan keselamatan dan keamanan Face ID secara keseluruhan, berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan:
Data biometrik: Apple menyimpan data biometrik secara lokal di perangkat dan mengenkripsinya, yang secara signifikan mengurangi risiko pencurian jarak jauh. Namun, beberapa pengguna memilih untuk tidak mengandalkan data biometrik sama sekali, karena berbeda dengan kata sandi, data tersebut tidak dapat diubah.
Keamanan teknis: Bagi pengguna biasa, Face ID sering kali lebih aman daripada kode sandi. Orang-orang sering menggunakan kembali kata sandi, dan kode sandi dapat diamati oleh pengintip bahu di tempat umum. Karena kompleksitas yang dimiliki oleh teknologi pengenalan wajah Apple, Face ID tidak dapat dikelabui dengan cetakan atau gambar digital, dan topeng silikon pun tidak akan berhasil.
Pertimbangan hukum: Preseden hukum bervariasi menurut negara dan yurisdiksi, tetapi meskipun kata sandi dan kode sandi umumnya dilindungi sebagai bukti kesaksian, pengadilan semakin banyak yang memutuskan bahwa melihat ke kamera atau menempelkan jari ke perangkat adalah tindakan fisik, bukan kesaksian. Ini berarti bahwa meskipun aparat penegak hukum umumnya tidak dapat memaksa untuk memberikan kata sandi atau kode sandi, mereka berpotensi memaksa penggunaan data biometrik untuk membuka kunci perangkat.
Kapan harus menonaktifkan Face ID
Ada situasi tertentu ketika penonaktifan Face ID perlu dipertimbangkan. Jika bepergian ke tempat dengan kemungkinan interaksi yang lebih tinggi dengan petugas atau aparat penegak hukum, sebaiknya pastikan ponsel tidak dapat diakses tanpa persetujuan eksplisit.
Saat bepergian ke luar negeri. Nonaktifkan Face ID sebelum melewati bea cukai, terutama di negara-negara tempat postingan media sosial, beberapa aplikasi, atau komunikasi pribadi dapat dianggap mencurigakan atau bahkan merupakan kejahatan. Jauh lebih mudah bagi petugas untuk memaksa melihat ke ponsel daripada mengungkapkan kode sandi.
Saat menghadiri protes atau acara sensitif. Nonaktifkan Face ID sebelum menghadiri protes; jika ponsel disita oleh penegak hukum, kemungkinan besar ponsel dapat dihindari dari dibuka paksa. Sebaiknya pertimbangkan juga untuk memasukkan ponsel ke dalam tas Faraday untuk menghindari terhubung secara tidak sengaja ke perangkat stingray(jendela baru).
Jika merupakan individu dengan profil tinggi atau berprofesi dengan risiko tinggi. Aktivis, imigran, jurnalis, dan politisi memiliki risiko pengawasan yang lebih tinggi daripada orang biasa, serta mungkin ingin menghindari penggunaan Face ID atau Touch ID di ponsel dan laptop. Pada Januari 2026, FBI menggerebek kediaman jurnalis Washington Post, Hannah Natanson. Surat perintah tersebut(jendela baru) secara khusus memberi wewenang kepada agen untuk memaksanya menggunakan biometrik — baik dengan menempelkan jari atau mengarahkan perangkat di depan wajah — untuk membuka kunci perangkat.
Apa yang dapat digunakan sebagai pengganti Face ID
Bagi individu yang menyadari bahwa mereka mungkin menjadi target serangan siber canggih, Mode Penguncian(jendela baru) adalah salah satu pilihan. Ponsel akan lebih sulit digunakan dalam mode ini, dan beberapa fitur serta aplikasi mungkin berfungsi secara berbeda, meskipun panggilan dan pesan teks biasa akan tetap berfungsi.
Secara umum, alternatif Face ID terbaik untuk mengunci akses ke perangkat dan aplikasi adalah dengan menggunakan kode sandi dan kunci sandi. Pengelola kata sandi seperti Proton Pass memungkinkan penyimpanan dan pengisian otomatis kata sandi, kunci sandi, dan data sensitif dengan enkripsi end-to-end. Ini adalah cara mudah untuk menjaga semua akun tetap aman secara daring — dan dapat dicoba secara gratis hari ini.






