Sebagian besar bisnis memiliki firewall, pengelola kata sandi, dan autentikasi dua faktor. Langkah-langkah tersebut melindungi cara pengguna masuk. Namun, bagaimana cara mengontrol siapa yang sebenarnya memiliki akses ke data setelah masuk?
Dimulai dengan membuat akses terlihat. Monitoring keamanan jaringan menampilkan siapa yang terhubung ke jaringan, dari mana, dan menggunakan perangkat apa — sehingga akses tidak meluas tanpa pengawasan.
Apa itu monitoring keamanan jaringan?
Penyerang siber jarang berhenti pada rintangan pertama. Mereka ingin mengumpulkan data sebanyak mungkin dan akan bergerak melalui jaringan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah mendapatkan akses tanpa ada yang menyadarinya.
Monitoring keamanan jaringan mendeteksi hal ini dengan mengumpulkan dan menganalisis data jaringan (termasuk log lalu lintas, metadata koneksi, dan sinyal perilaku) untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan guna mengidentifikasi tanda-tanda awal sistem dikompromikan sebelum kerusakan meluas.
Kecepatan deteksi sangatlah penting di sini. Waktu yang dihabiskan penyerang tanpa terdeteksi di dalam jaringan dikenal sebagai “dwell time”. Semakin lama dwell time, semakin banyak data yang dapat dicuri atau dirusak oleh penyerang. Monitoring memungkinkan pendeteksian ancaman keamanan jaringan(jendela baru) dalam hitungan jam atau hari, bukan bulan.
Monitoring keamanan jaringan vs. monitoring jaringan
Keduanya adalah bagian dari manajemen keamanan jaringan(jendela baru) yang efektif, tetapi fokus pada tujuan yang berbeda.
Monitoring jaringan berfokus pada performa
Monitoring jaringan melacak kesehatan dan kecepatan sistem, mengukur metrik seperti uptime dan penggunaan bandwidth, serta memeriksa apakah perangkat keras berfungsi dengan benar. Sistem ini melacak kecepatan koneksi internet dan memastikan server berjalan sebagaimana mestinya.
Monitoring keamanan jaringan berfokus pada keamanan
Monitoring keamanan jaringan mencari pola yang menunjukkan bahwa pembobolan telah terjadi. Sistem ini memantau aktivitas tertentu, seperti komputer yang tiba-tiba mengirim data dalam jumlah besar ke lokasi yang tidak dikenal, atau pengguna yang masuk dari negara tempat bisnis tidak beroperasi.
Alasan untuk memonitor keamanan jaringan
Bisnis kecil dan menengah (UKM) lebih mudah dieksploitasi karena peretas berasumsi mereka memiliki lebih sedikit sumber daya dibandingkan korporasi besar. Meskipun sebagian besar UKM masih menerapkan perlindungan, tidak ada alat keamanan yang bebas dari titik buta. Baik itu bentuk malware baru atau kesalahan sederhana seperti karyawan yang mengeklik tautan phishing, pembobolan tetap saja terjadi.
Monitoring jaringan juga menghapus titik buta yang berbahaya. Sistem ini mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini dan memunculkan peringatan sebelum berkembang menjadi insiden serius.
Sistem ini menghapus titik buta yang berbahaya. Dapat melihat siapa yang mengakses sistem, dari mana, dan kapan.
Industri yang sangat teregulasi memerlukan tingkat visibilitas seperti ini. Bisnis harus dapat menampilkan siapa yang mengakses sistem, kapan, dan dalam kondisi apa. Tanpa visibilitas tersebut, audit menjadi lebih sulit untuk dilalui dan insiden lebih sulit untuk dijelaskan.
Sistem ini memberikan bukti untuk merespons. Jika terjadi pembobolan, rekaman aktivitas jaringan yang berkelanjutan akan membantu melacak cara penyerang masuk, apa yang mereka akses, dan data apa saja yang mungkin terdampak — sehingga pemulihan dapat dilakukan dengan cepat dan celah dapat ditutup.
Cara kerja monitoring keamanan jaringan
Monitoring keamanan jaringan bekerja dengan membuat aktivitas di seluruh jaringan terlihat — dan menandai hal-hal yang tampak mencurigakan.
Alih-alih mengandalkan satu sinyal, sistem ini melihat pola di berbagai koneksi, konten, dan perilaku untuk mengidentifikasi risiko sejak dini.
- Koneksi menampilkan siapa yang mengakses apa, kapan, dan berapa lama. Jika komputer kerja yang biasanya memeriksa email tiba-tiba terhubung ke database selama berjam-jam, aktivitas tersebut akan ditandai.
- Konten mengungkap file berbahaya atau tautan mencurigakan yang bergerak melalui jaringan — bahkan ketika lalu lintas itu sendiri terenkripsi.
- Perilaku menyoroti kejanggalan. Jika karyawan biasanya masuk pukul 9 pagi dari London tetapi tiba-tiba mencoba mengakses file sensitif pukul 3 pagi dari benua lain, hal itu akan diperlakukan sebagai risiko.
Secara keseluruhan, sinyal-sinyal ini menciptakan gambaran jelas tentang apa yang terjadi di seluruh jaringan — sehingga ancaman dapat dideteksi dan dihentikan sebelum meluas.
Tantangan dalam monitoring keamanan jaringan
Monitoring jaringan menghasilkan aliran log berkelanjutan dari para pengguna, perangkat, dan sistem.
Tanpa pemfilteran yang tepat, aliran log ini akan berubah menjadi banjir peringatan — banyak di antaranya berprioritas rendah. Namun, ketika semuanya tampak mendesak, tidak ada lagi yang benar-benar mendesak.
Tim mulai mengabaikan notifikasi, menunda investigasi, atau melewatkan sinyal yang sebenarnya penting. Jadi, bagaimana memanfaatkan konteks dan prioritas untuk mengubahnya menjadi kendali?
Cara memonitor keamanan jaringan
Mengikuti langkah-langkah berikut akan membantu membangun fondasi yang kokoh untuk manajemen keamanan jaringan:
- Identifikasi data paling penting: Ketahui tempat penyimpanan catatan pelanggan, file keuangan, dan kata sandi. Ini adalah area yang perlu dimonitor dengan paling ketat.
- Tetapkan baseline: Amati pola lalu lintas biasa untuk mengetahui kondisi normal bagi bisnis sehingga aktivitas tidak normal dapat dideteksi.
- Otomatiskan peringatan: Gunakan alat keamanan jaringan (lebih lanjut di bagian berikutnya) yang secara otomatis mengirim email atau pesan teks jika mendeteksi sesuatu yang berisiko tinggi.
- Simpan log di tempat yang aman: Peretas sering kali mencoba menghapus log untuk menyembunyikan jejak mereka. Pastikan data monitoring disimpan di lokasi terpisah yang aman.
- Tinjau akses secara berkala: Periksa secara berkala siapa yang memiliki akses ke jaringan dan hapus siapa saja yang tidak lagi membutuhkannya.
4 jenis alat monitoring keamanan jaringan
Alat monitoring keamanan jaringan yang umum meliputi:
- Platform Network Detection and Response (NDR): Menganalisis lalu lintas langsung yang bergerak di seluruh jaringan bisnis secara real-time untuk mengidentifikasi dan menghentikan ancaman siber yang aktif.
- Intrusion Detection System (IDS): Memindai tanda tangan dan pola serangan yang dikenal, serta langsung mengirim peringatan saat ancaman keamanan yang dikenali ditemukan.
- SIEM (Security Information and Event Management): Mengumpulkan dan menganalisis log aktivitas dari setiap aplikasi dan sistem untuk mengidentifikasi pola serangan yang kompleks atau tersembunyi.
- Layanan monitoring keamanan terkelola: Tim ahli keamanan eksternal yang mengawasi jaringan secara 24/7 jika tidak memiliki staf internal untuk melakukannya.
- Monitoring VPN: Melacak waktu masuk, lokasi, dan volume data melalui VPN bisnis untuk menandai akses atau aktivitas mencurigakan, seperti akun yang mentransfer data dalam jumlah besar yang tidak biasa.
Kekhawatiran privasi dan keamanan dengan monitoring keamanan jaringan
Keamanan tidak boleh mengorbankan privasi. Meskipun monitoring keamanan jaringan memerlukan pemantauan lalu lintas, hal itu harus dilakukan secara etis.
Penggunaan enkripsi end-to-end untuk email dan file berarti bahwa meskipun jaringan dimonitor untuk mendeteksi ancaman, konten komunikasi pribadi tetap hanya terlihat oleh penerima yang dituju. Monitoring harus melindungi integritas jaringan, bukan memata-matai kehidupan pribadi karyawan.
Dengan menggabungkan enkripsi yang kuat dengan monitoring proaktif, pertahanan berlapis akan tercipta untuk menjaga keamanan bisnis dan privasi data.
Monitoring keamanan jaringan adalah kunci untuk mengurangi risiko serangan siber dan pembobolan data
Monitoring keamanan jaringan membantu bisnis mendeteksi ancaman yang lolos dari pertahanan tradisional. Dengan menganalisis lalu lintas jaringan, mengidentifikasi perilaku yang tidak biasa, dan merespons aktivitas mencurigakan dengan cepat, organisasi dapat secara drastis mengurangi dampak serangan siber.
VPN bisnis(jendela baru) yang dikombinasikan dengan monitoring keamanan jaringan adalah fondasi yang kokoh untuk bisnis kecil, memberikan visibilitas yang jelas tanpa membebani tim atau memerlukan sumber daya tingkat perusahaan.






