Jika memulai atau menjalankan bisnis yang bekerja dengan informasi peradilan pidana (CJI) sebagai kontraktor dengan pemerintah atau lembaga penegak hukum, kemungkinan besar sudah mengetahui tentang kepatuhan CJIS.

Jika tidak, artikel ini akan membantu memahami apa itu kepatuhan CJIS, siapa yang harus patuh, dan cara mengakses alat dan layanan yang mengutamakan privasi agar bisnis memenuhi standar tersebut.

Apa itu CJIS?

Kebijakan Keamanan CJIS(jendela baru) adalah rangkaian standar keamanan yang disusun oleh divisi FBI (jendela baru)Criminal Justice Information Services(jendela baru) (CJIS). Standar tersebut dirancang untuk melindungi CJI di setiap tahap siklus hidupnya — dari pengumpulan ke penyimpanan ke pembagian hingga pembuangan.

Kepatuhan CJIS tidak hanya penting bagi organisasi yang berbasis di AS, tetapi juga bisnis internasional yang bekerja sama dengan lembaga penegak hukum atau pemerintah AS. Menjadi standar industri bagi perusahaan yang mengelola, menyimpan, atau memproses CJI untuk mematuhi Kebijakan Keamanan CJIS.

Data apa saja yang termasuk dalam CJIS?

Ada banyak jenis informasi yang termasuk dalam kebijakan CJIS:

  • Data biometrik: Data yang diekstrak dari ciri fisik atau perilaku (misalnya, sidik jari, pengenalan wajah) yang mengidentifikasi individu.
  • Data riwayat identitas: Data teks yang ditautkan dengan data biometrik. Data ini sering digunakan untuk menyusun riwayat aktivitas kriminal.
  • Data biografis: Informasi yang terkait dengan kasus tertentu tetapi tidak selalu ditautkan dengan identitas seseorang.
  • Data properti: Informasi tentang kendaraan dan properti yang terkait dengan suatu insiden.
  • Riwayat kasus/insiden: Riwayat kriminal seseorang.
  • Informasi identitas pribadi (PII): Informasi apa pun yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi seseorang, termasuk nama, nomor Jaminan Sosial, dan catatan biometrik

Jika lembaga penegak hukum negara bagian, lokal, atau federal mengakses informasi peradilan pidana melalui FBI, kontrol yang tepat harus diterapkan di seluruh siklus hidupnya.

Siapa yang harus mematuhi CJIS?

Setiap organisasi yang mengelola CJI, termasuk lembaga penegak hukum, kontraktor pribadi, dan penyedia layanan cloud, harus mematuhi standar CJIS.

Meskipun pada dasarnya merupakan persyaratan FBI, kepatuhan CJIS secara efektif telah menjadi standar industri karena sifat sensitif dari semua data yang terlibat. Bahkan jika suatu organisasi tidak bekerja secara langsung dengan FBI tetapi mengelola CJI, organisasi tersebut harus mematuhi standar CJIS untuk melanjutkan operasional tanpa dampak hukum.

Hal ini mencakup sistem data, cadangan, jaringan, dan perangkat — seperti printer — yang berinteraksi dengan CJI, yang semuanya harus dilindungi berdasarkan pedoman CJIS.

Perusahaan dapat menghadapi hukuman perdata dan pidana federal serta negara bagian karena mengakses atau menyebarluaskan data CJIS secara tidak semestinya. Hukuman tersebut dapat berupa denda, serta penangguhan, pencabutan, atau monitoring akses ke CJIS(jendela baru).

Penting untuk dicatat bahwa informasi yang dikumpulkan oleh entitas pemerintah mana pun yang mengumpulkan, memproses, atau menggunakan informasi peradilan pidana (CJI) tidak tunduk pada kontrol CJIS kecuali jika telah diajukan ke sistem National Data Exchange (N-DEx)(jendela baru).

Namun, setelah diajukan, informasi tersebut harus mematuhi standar CJIS. N-DEx adalah sistem utama untuk membagikan informasi peradilan pidana di berbagai lembaga, sehingga data tersebut dapat dikelola dengan aman dan konsisten​.

Criminal Justice Information Services (CJIS) Audit Unit (CAU) melindungi integritas informasi peradilan pidana dengan mengaudit lembaga yang menggunakan sistem dan program CJIS. Lembaga tersebut meliputi(jendela baru):

  • CSA dan repositori negara bagian
  • Kantor Program UCR negara bagian
  • CSA Federal
  • Lembaga yang diatur secara federal
  • Lembaga di dalam wilayah AS dengan koneksi Wide Area Network
  • Penyalur yang disetujui FBI (kontraktor yang dipilih oleh FBI yang memfasilitasi pengajuan sidik jari secara elektronik untuk pemeriksaan latar belakang peradilan non-kriminal atas nama penerima resmi)
  • Penerima resmi informasi catatan riwayat kriminal
  • Pendaftaran pelaku kejahatan seksual
  • Penyedia identitas Law Enforcement Enterprise Portal
  • Komponen FBI apa pun

Untuk kepatuhan CJIS, enkripsi adalah kuncinya

Untuk mengakses basis data CJIS, organisasi harus mematuhi berbagai standar keamanan, termasuk menerapkan autentikasi multi-faktor (MFA) untuk memverifikasi identitas pengguna, mempertahankan kontrol akses yang ketat untuk membatasi siapa saja yang dapat melihat atau mengubah data sensitif, dan menegakkan langkah-langkah keamanan fisik untuk melindungi sistem serta perangkat yang mengelola CJI.

Namun, enkripsi adalah kunci dari kepatuhan CJIS.

Apa itu enkripsi?

Enkripsi adalah cara untuk mengaburkan informasi agar tidak ada yang dapat mengaksesnya kecuali orang yang dituju. Hal ini dilakukan dengan program komputer yang menggunakan algoritma matematika untuk mengunci dan membuka kunci informasi.

Ada dua bagian dari Kebijakan Keamanan CJIS yang secara eksplisit menyebutkan enkripsi:

  • Bagian 5.10.1.2.1: Saat CJI dikirimkan ke luar batas lokasi yang aman secara fisik, data harus segera dilindungi melalui enkripsi. Saat enkripsi digunakan, modul kriptografi yang digunakan harus bersertifikat FIPS 140-2 dan menggunakan kekuatan kunci sandi simetris minimal 128 bit untuk melindungi CJI.
  • Bagian 5.10.1.2.2: Saat CJI sedang tidak aktif (artinya tersimpan secara digital) di luar batas lokasi yang aman secara fisik, data harus dilindungi melalui enkripsi. Saat enkripsi digunakan, lembaga harus mengenkripsi CJI sesuai dengan standar di Bagian 5.10.1.2.1 di atas, atau menggunakan sandi simetris yang bersertifikat FIPS 197 (AES) dan memiliki kekuatan minimal 256 bit.

Enkripsi membantu memastikan CJI dilindungi baik saat tidak aktif maupun saat transit. Sayangnya, banyak layanan daring, seperti untuk penyimpanan cloud dan email, tidak menggunakan enkripsi end-to-end secara bawaan, sehingga data rentan selama pengiriman.

Proton dibuat pada tahun 2014 untuk memenuhi kebutuhan ini. Dikembangkan oleh para ilmuwan yang bertemu di CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir) di Swiss, Proton mengamankan email, file, kata sandi sensitif, dan data lainnya dengan enkripsi end-to-end yang tangguh dengan cara yang juga mudah digunakan oleh siapa saja. Saat ini, lebih dari 100 juta pengguna, termasuk pemerintah, unit militer, dan perusahaan Fortune 500, mempercayai Proton untuk mengamankan informasi mereka dan mematuhi standar perlindungan data.

Lindungi data Anda dengan Proton

Baik saat mengirim informasi melalui Proton Mail, menyimpan file di Proton Drive, atau mengelola kredensial dengan Proton Pass, Proton menjaga data tetap aman dan terlindungi dari akses tidak sah.

Pribadi secara bawaan

Saat menggunakan Proton Mail, email yang dikirim di dalam organisasi akan terenkripsi secara end-to-end secara bawaan, yang berarti pesan dan lampiran dikunci pada perangkat sebelum dikirimkan ke server dan hanya dapat dibuka kunci serta dibaca oleh penerima. Untuk email ke akun non-Proton Mail, pengiriman email yang dilindungi kata sandi dapat dilakukan, dan enkripsi zero-access diterapkan untuk mengamankan email masuk secara otomatis.

Dalam setiap kasus, pesan selalu terenkripsi di server. Artinya, bahkan jika terjadi pembobolan server, email perusahaan tetap aman dan tidak dapat dibaca oleh siapa pun kecuali oleh pengguna sendiri, melindungi informasi rahasia dari serangan siber.

Secara matematis mustahil bagi Proton untuk mendekripsi pesan, file, dan berbagai jenis metadata Anda. (Lihat apa saja yang terenkripsi.) Dan karena Proton berbasis di Swiss, sedikit data yang dikumpulkan akan dilindungi oleh hukum privasi Swiss dan tidak tunduk pada permintaan penegakan hukum asing.

Pertahankan diri dari peretas

Proton juga memiliki beberapa lapisan pertahanan terhadap potensi serangan siber:

  • PhishGuard: Filter PhishGuard Proton dirancang untuk mengidentifikasi dan menandai upaya phishing. Peringatan akan ditampilkan saat serangan phishing terdeteksi.
  • Autentikasi dua faktor (2FA): Proton Mail menawarkan keamanan di luar sekadar kata sandi dengan autentikasi dua faktor (2FA). Proton mendukung beberapa metode 2FA, termasuk aplikasi autentikator dan kunci keamanan fisik, sehingga opsi yang paling mudah dan aman dapat dipilih. Dengan paket Proton for Business, administrator juga dapat mewajibkan 2FA bagi organisasi mereka guna memperkuat keamanan di kalangan karyawan.
  • Proton Sentinel: Ini adalah program perlindungan akun tingkat lanjut dari Proton, yang tersedia dengan paket Proton Mail Professional atau Proton Business Suite. Program ini dirancang untuk memberikan keamanan maksimal bagi yang membutuhkan dengan menggabungkan AI dengan analisis manusia. Ini sangat berguna bagi eksekutif — atau siapa saja yang menangani data dan komunikasi sensitif. Proton Sentinel menawarkan dukungan 24/7 untuk meneruskan upaya masuk yang mencurigakan ke analis keamanan.

Tetap patuh dengan Proton

Tujuannya adalah membentuk kembali internet untuk memberikan kendali atas data kepada orang-orang dan organisasi.

Beralih ke Proton Mail sangat mudah dengan fitur Easy Switch, memungkinkan transisi tanpa hambatan untuk semua email, kontak, dan kalender organisasi dari layanan lain tanpa memerlukan pelatihan bagi tim.

Tim Dukungan juga siap membantu 24/7 untuk memberikan dukungan langsung jika memerlukan bantuan tambahan. Proton Mail, email terenkripsi secara end-to-end, dan Proton Drive, layanan penyimpanan cloud terenkripsi secara end-to-end, memudahkan pemenuhan persyaratan perlindungan data dan privasi.

Menggunakan Proton for Business menawarkan manfaat tambahan, termasuk:

  • Proton Mail: Lindungi komunikasi bisnis dengan email terenkripsi secara end-to-end, memastikan hanya pengirim dan penerima yang dituju yang dapat membaca pesan.
  • Proton VPN: Amankan koneksi internet dan lindungi aktivitas daring dengan akses VPN berkecepatan tinggi.
  • Proton Calendar: Kelola jadwal dengan kalender terenkripsi yang menjaga acara bisnis tetap pribadi.
  • Proton Pass: Simpan dan kelola kata sandi dengan aman menggunakan pengelola kata sandi terenkripsi.
  • Proton Drive: Simpan dan bagikan file bisnis secara aman dengan enkripsi end-to-end, memastikan data tetap pribadi dan terlindungi.

Saat memindahkan bisnis ke dalam ekosistem Proton, perlindungan terhadap diri sendiri serta data yang dipercayakan akan terjamin secara bersamaan, sekaligus tetap patuh dan membantu membangun masa depan dengan privasi sebagai bawaan.