Beranda Proton

Apa itu HTTPS dan bagaimana protokol ini menjaga keamanan?

HTTPS melindungi koneksi ke situs web dengan mengenkripsi data, memverifikasi halaman yang dikunjungi, dan membantu menjaga aktivitas sensitif tetap aman secara daring. Namun, HTTPS saja tidak sepenuhnya melindungi privasi.

Berikut hal yang perlu diketahui tentang cara kerja HTTPS, hal yang membedakannya dari HTTP, dan batasannya.

Apa itu HTTPS?

HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) adalah versi aman dari HTTP (Hypertext Transfer Protocol), protokol yang menjalankan World Wide Web (WWW). World Wide Web, HTTP, HTML, dan sistem URL diciptakan oleh Sir Tim Berners-Lee, yang kini merupakan anggota dewan penasihat Proton Foundation.

Protokol ini melindungi koneksi antara aplikasi (seperti peramban) dan situs web (server web) yang coba diakses dengan mengenkripsi data dalam transit. Informasi sensitif seperti kata sandi, rincian pembayaran, dan data pribadi tetap aman dari penyadapan dengan cara ini.

Saat ini, HTTPS sangat penting bagi keamanan internet modern dan digunakan tidak hanya untuk situs web di peramban, tetapi juga oleh aplikasi seluler dan layanan daring untuk mengamankan komunikasi di balik layar.

HTTP vs. HTTPS: Apa perbedaannya?

Perbedaan antara HTTP dan HTTPS terletak pada keamanan:

  • Dengan HTTP, informasi yang dikirimkan antara perangkat dan situs web tidak terenkripsi. Penyedia layanan internet (ISP)(jendela baru) mungkin dapat melihat hal yang dilakukan secara daring, termasuk halaman individu yang dikunjungi dan data apa pun yang diinput, seperti rincian kartu kredit saat melakukan pembayaran. Data tersebut juga dapat disadap oleh peretas kriminal, lembaga pemerintah, atau siapa saja yang ingin melihatnya.

  • Dengan HTTPS, koneksi tersebut terenkripsi, membantu melindungi aktivitas dari penyadapan pihak ketiga dan mengurangi risiko manipulasi. HTTPS juga membantu mengonfirmasi koneksi ke situs web resmi yang ingin dikunjungi. Namun, meskipun HTTPS mengamankan koneksi itu sendiri, protokol ini tidak membuat penelusuran sepenuhnya pribadi. Pemilik situs web masih dapat melihat aktivitas di situs mereka, dan ISP masih dapat melihat situs web yang dikunjungi.

Bagaimana cara kerja HTTPS?

HTTPS mengamankan koneksi antara peramban atau aplikasi dan situs web menggunakan TLS. Saat menghubungkan ke situs web yang aman, peramban dan server web terlebih dahulu menegosiasikan cara membuat sesi yang dilindungi. Sebagai bagian dari proses ini, situs web menyajikan sertifikat TLS, yaitu file data kecil yang mengikat kunci kriptografi publik situs web ke identitasnya.

Sertifikat TLS ini diterbitkan oleh Otoritas Sertifikat (CA), yang merupakan organisasi tepercaya yang bertanggung jawab untuk memvalidasi identitas pemilik situs web. Menggunakan Infrastruktur Kunci Publik (PKI) X.509, peramban akan memeriksa validitas sertifikat dan memastikan koneksi terhubung ke situs web yang sebenarnya, bukan peniru.

Setelah identitas tersebut diverifikasi, peramban dan server akan membuat sesi terenkripsi, yang memungkinkan informasi dikirimkan dengan aman tanpa diubah dalam transit.

Cara mengetahui apakah situs web menggunakan HTTPS

Semua peramban akan memberikan peringatan jika situs web yang dikunjungi tidak dilindungi oleh HTTPS.

Untuk memeriksa secara manual apakah koneksi dilindungi oleh HTTPS, klik atau ketuk di dalam bilah alamat (sekali di Firefox, dua kali di Chrome) untuk melihat alamat web lengkap — alamat tersebut harus dimulai dengan https://, bukan http://.

Apakah HTTPS aman?

Ya. HTTPS mengamankan jutaan transaksi keuangan, proses masuk, dan interaksi sensitif lainnya yang terjadi secara daring setiap hari. Meskipun tidak ada sistem keamanan yang sempurna, HTTPS adalah bagian inti dari cara internet modern tetap aman. Meski demikian, masih ada beberapa batasan:

Risiko sertifikat

Otoritas Sertifikat dapat ditekan oleh pemerintah(jendela baru) untuk menerbitkan sertifikat ke situs web yang meragukan atau dikompromikan oleh penyerang yang menerbitkan sertifikat palsu.

Analisis lalu lintas

Penelitian menunjukkan bahwa, dalam serangan yang sangat bertarget, analisis lalu lintas(jendela baru) dapat mengungkap halaman mana yang dikunjungi seseorang di situs web yang dilindungi HTTPS.

Pembaruan perangkat lunak

Karena keamanan HTTPS bergantung pada perangkat lunak yang digunakan oleh klien dan server, penting untuk menjaga peramban, aplikasi, dan sistem tetap diperbarui.

Cara agar tetap aman secara daring selain HTTPS

HTTPS melindungi data dalam transit, tetapi tidak menjaga keamanan sepenuhnya di internet. Berikut hal lain yang dapat dilakukan untuk melindungi privasi dan keamanan:

Gunakan pengelola kata sandi

Buat kata sandi unik untuk setiap akun. Kata sandi yang digunakan kembali adalah salah satu risiko terbesar di dunia nyata karena satu pembobolan dapat membuka banyak akun.

Aktifkan 2FA di mana saja

Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) di semua akun dan utamakan aplikasi autentikator atau kunci keamanan perangkat keras daripada SMS jika memungkinkan.

Amankan email terlebih dahulu

Email sering kali menjadi kunci atur ulang untuk hal lainnya. Berikan kata sandi unik dan 2FA yang kuat.

Skeptis terhadap tautan dan situasi mendesak

Sebagian besar serangan berhasil dengan menipu orang agar mengklik tautan phishing. Berhati-hatilah dengan pesan yang mendesak untuk bertindak cepat, masuk, mengunduh sesuatu, atau membuka lampiran.

Periksa seluruh situs web

Situs web phishing masih dapat menggunakan HTTPS. Perhatikan baik-baik nama domain, alur masuk, ejaan, dan apakah permintaan tersebut masuk akal.

Jaga perangkat lunak tetap diperbarui

Peramban, ponsel, sistem operasi, aplikasi, dan router semuanya memerlukan pembaruan, karena banyak serangan mengandalkan celah lama yang telah diketahui.

Batasi yang diinstal

Hanya instal aplikasi, ekstensi peramban, dan perangkat lunak yang benar-benar dibutuhkan. Ekstensi tambahan dan unduhan acak sangat meningkatkan risiko.

Gunakan keamanan perangkat

Biarkan kunci layar tetap aktif, aktifkan enkripsi disk penuh, dan aktifkan fitur “temukan perangkat saya” agar tetap aman jika laptop atau ponsel dicuri.

Perhatikan pengaturan privasi

Kurangi paparan informasi pribadi ke publik. Penyerang menggunakan rincian publik untuk penipuan, peniruan identitas, dan petunjuk atur ulang kata sandi.

Gunakan jaringan yang lebih aman dengan bijak

WiFi publik lebih aman(jendela baru) saat situs web menggunakan HTTPS, tetapi hindari aktivitas sensitif di jaringan yang mencurigakan, nonaktifkan gabung otomatis, dan nonaktifkan fitur berbagi.

Cadangkan data penting

Ransomware, pencurian, dan penguncian akun dapat diatasi jika memiliki cadangan yang baik.

Gunakan VPN untuk privasi lebih

VPN (virtual private network)(jendela baru) menyembunyikan alamat IP(jendela baru) dan mengenkripsi lalu lintas, menjaga keamanan aktivitas internet dari ISP, pengiklan, pengawasan, dan peretas.

Proton dan HTTPS

Setiap kali masuk ke aplikasi Proton, memuat kotak masuk, menyinkronkan kalender, mengakses file, menggunakan pengaturan akun, atau terhubung dengan aman ke internet melalui VPN, HTTPS akan mengenkripsi koneksi antara perangkat dan server kami.

Namun, HTTPS hanya melindungi data saat sedang berpindah. Perlindungan yang lebih kuat, seperti enkripsi end-to-end dan enkripsi tanpa akses diperlukan untuk konten yang benar-benar pribadi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti HTTPS?
Apakah HTTPS melindungi identitas atau lokasi?
Mengapa VPN masih diperlukan jika suatu situs menggunakan HTTPS?
Apakah HTTPS cukup untuk perbankan atau belanja daring?
Apa itu DNS over HTTPS?

Pelajari lebih lanjut tentang enkripsi