Sebagian besar warga Inggris menyatakan enkripsi itu penting
Namun, mereka tetap menggunakan layanan yang tidak menyediakannya.

Kisah tentang enkripsi end-to-end (E2EE) di Inggris Raya adalah sebuah kontradiksi. Orang dewasa di Inggris menyatakan bahwa mereka menginginkannya — 73% dari responden yang disurvei menyatakan bahwa hal ini penting saat memilih aplikasi dan layanan yang akan digunakan. Namun, banyak yang tetap menggeser, mengeklik, dan mengunggah di platform yang tidak menawarkannya.

73%
dari responden Inggris menganggap enkripsi end-to-end setidaknya "cukup penting"
Survei yang diprakarsai oleh Proton dan dilakukan pada Juni 2025 ini menjajaki pendapat 700 orang dewasa di Inggris Raya, serta masing-masing 700 orang di AS, Prancis, dan Jerman. Survei ini menemukan dukungan publik yang luas untuk enkripsi end-to-end di semua negara, tetapi juga kurangnya pemahaman yang mengkhawatirkan tentang cara kerjanya dan platform mana saja yang benar-benar menggunakannya.
Enkripsi end-to-end memastikan bahwa hanya pengirim dan penerima pesan atau file yang dapat mengakses isinya. Artinya, bahkan aplikasi itu sendiri — atau peretas, pemerintah, atau penyedia layanan internet — tidak dapat melihat ke dalam kotak hitam yang menyimpan data kehidupan digital Anda. Namun, ketika suatu layanan tidak memiliki E2EE, layanan tersebut tetap memiliki kemampuan teknis untuk mengakses informasi Anda yang paling sensitif dan berharga, terlepas dari apakah layanan tersebut berjanji untuk tidak melakukannya.
Banyak orang berasumsi, sebagaimana ditunjukkan oleh survei kami, bahwa platform favorit mereka jauh lebih aman daripada kenyataannya. Masalah ini diperparah oleh kampanye pencucian privasi (privacy washing) selama bertahun-tahun oleh Big Tech.

Kepercayaan yang Keliru pada Big Tech
73%
Di seluruh Inggris Raya, 73% responden menyatakan bahwa enkripsi end-to-end "sangat penting" atau "cukup penting" dalam menentukan layanan mana yang akan digunakan. Namun, ketika ditanya tentang layanan tertentu, banyak yang salah memilih.
14%
Sebagai contoh, sekitar 26% responden Inggris Raya percaya bahwa Gmail menawarkan E2EE, padahal sebenarnya tidak. Tambahan 12% menyatakan hal yang sama tentang Google Drive. Kenyataannya, Google mempertahankan akses teknis ke keduanya, meskipun tidak lagi menggunakan isi Gmail dan Drive Anda untuk menyajikan iklan.
57%
Meskipun demikian, 57% warga Inggris menyatakan bahwa mereka menganggap Gmail "sangat pribadi" atau "cukup pribadi". Ketidaksesuaian antara kepercayaan dan realitas teknis tersebut sangatlah berbahaya, terutama mengingat volume komunikasi sensitif yang mengalir melalui platform Big Tech populer seperti Gmail setiap harinya.
Layanan Meta menunjukkan pola yang serupa. Hanya 28% responden Inggris Raya yang mengidentifikasi dengan benar bahwa Facebook Messenger terenkripsi secara end-to-end (pengaturan yang diaktifkan perusahaan tersebut pada tahun 2023).
WhatsApp, yang telah lama memasarkan dirinya sebagai layanan yang terenkripsi secara end-to-end, bernasib sedikit lebih baik: 75% warga Inggris menyatakan layanan ini memiliki E2EE — tingkat jawaban benar tertinggi di antara negara-negara yang disurvei.
Meski begitu, sekitar sepertiga responden Inggris Raya menyatakan tidak tahu bahwa WhatsApp mengumpulkan metadata seperti stempel waktu dan daftar kontak, atau bahwa Meta membagikan data tersebut kepada otoritas pemerintah jika diminta.
E2EE melindungi konten pesan, tetapi tidak dengan data di sekitarnya — fakta yang masih belum dipahami sepenuhnya oleh banyak orang.

27%
salah memercayai bahwa Gmail menawarkan E2EE
Pencucian privasi berhasil
Salah persepsi ini tidak terjadi secara kebetulan. Hal ini merupakan hasil dari pemasaran yang berfokus pada privasi selama bertahun-tahun oleh perusahaan teknologi yang ingin menampilkan citra tepercaya dan aman tanpa menawarkan perlindungan yang berarti.
Kami menyebut hal ini sebagai pencucian privasi — tindakan mengemas sistem yang tidak aman seolah-olah aman untuk menarik pengguna yang peduli dengan privasi. Dan cara ini berhasil.
Responden survei jauh lebih cenderung memercayai dan menggunakan platform yang sudah dikenal daripada platform yang dirancang khusus untuk privasi. Hanya 10% warga Inggris yang menyadari bahwa Signal, salah satu aplikasi pesan paling aman yang tersedia, menawarkan E2EE. Proton Mail bahkan bernasib lebih buruk, yaitu hanya 9%.
Perusahaan yang paling gencar berbicara tentang privasi sering kali bukanlah perusahaan yang benar-benar menyediakannya.
Titik Buta di Antara Kalangan Berpenghasilan Tinggi
Di Inggris Raya, orang-orang dengan penghasilan lebih tinggi cenderung menyatakan bahwa E2EE itu penting. Di antara responden yang difilter berdasarkan penghasilan, 49% menyatakan bahwa enkripsi "sangat penting" saat memilih aplikasi, dan 41% lainnya menyebutnya "cukup penting".
Namun bahkan dalam grup ini, pengetahuan yang sebenarnya masih tertinggal. Di antara responden dengan penghasilan tahunan sebesar 80.000 GBP atau lebih:
- 83% percaya bahwa WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end (benar)
- 36% (keliru) percaya bahwa Gmail menggunakan enkripsi end-to-end, angka yang lebih tinggi dari sampel survei rata-rata
- Hanya 11% yang mengidentifikasi Signal dengan benar
- Hanya 11% yang menyatakan bahwa Proton Mail menggunakan E2EE
Kesenjangan antara kepentingan yang dirasakan dan kesadaran nyata ini membantu menjelaskan bagaimana pencucian privasi (privacy washing) berkembang pesat — dan bagaimana pengguna yang memiliki informasi pun dapat disesatkan.

Pemerintah yang Ingin Membongkar Enkripsi
Temuan-temuan ini muncul di saat yang krusial bagi privasi di Inggris Raya. Pada awal 2025, Apple menarik fitur Advanced Data Protection miliknya, yang menawarkan enkripsi end-to-end untuk beberapa layanan Apple, setelah pemerintah menuntut akses backdoor ke data iCloud di bawah Investigatory Powers Act. Sejak saat itu, perusahaan tersebut telah menggugat perintah tersebut di pengadilan.
Para pembuat undang-undang Inggris telah lama mendesak akses ke komunikasi terenkripsi, dengan argumen bahwa hal itu diperlukan untuk memerangi terorisme, pelecehan anak, dan kejahatan lainnya. Namun, para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa backdoor apa pun — tidak peduli seberapa mulia tujuannya — menciptakan celah keamanan yang juga dapat digunakan oleh peretas dan rezim represif.
Tanpa E2EE yang sesungguhnya, kepatuhan menjadi semudah membalik sakelar.
Privasi adalah hak — bukan merek
Kesenjangan antara keinginan masyarakat Inggris Raya akan privasi dan penggunaan layanan yang tidak aman mengungkap kebenaran yang lebih besar: Dalam pertarungan memperebutkan hak digital, kebingungan mendatangkan keuntungan. Big Tech diuntungkan ketika masyarakat tidak mengetahui cara kerja enkripsi — atau berasumsi bahwa mereka terlindungi padahal sebenarnya tidak.
Di Proton, kami meyakini bahwa privasi tidak seharusnya membutuhkan gelar PhD atau gaji enam digit. Itulah sebabnya enkripsi end-to-end dijadikan sebagai setelan bawaan di semua produk. Dan itulah sebabnya 'privacy washing' akan terus diungkap apa adanya — guna memberdayakan masyarakat untuk membuat pilihan yang lebih baik.
Tidak dapat menuntut apa yang tidak dipahami. Sudah saatnya untuk membenahi hal itu.

Hampir setengah dari warga Jerman menganggap enkripsi end-to-end sangat penting

Sebagian besar warga Amerika menyatakan menginginkan enkripsi

3 dari 5 orang di Prancis menganggap enkripsi end-to-end penting
