Enkripsi > Survei
Kebingungan end-to-end: Hal yang diketahui dan tidak diketahui publik tentang E2EE
Jutaan orang menggunakan layanan email(jendela baru), obrolan, dan penyimpanan cloud setiap hari. Namun, sebagian besar salah memahami tingkat keamanan layanan tersebut.
Hampir semua layanan Proton dibuat dengan enkripsi end-to-end, sehingga kami ingin mengetahui sejauh mana masyarakat benar-benar memahaminya. Pada musim panas tahun 2025, kami menanyakan kepada sekitar 700 orang di Prancis, Jerman, Inggris Raya, dan AS mengenai seberapa penting enkripsi end-to-end menurut mereka, serta apakah mereka mengetahui cara kerjanya atau layanan apa saja yang menyediakannya.
Hasilnya menunjukkan keinginan kuat akan privasi, serta adanya kebingungan sekaligus kepercayaan yang keliru.

Apa itu enkripsi end-to-end?
Enkripsi end-to-end (E2EE) melindungi data di setiap langkah. Layanan ini mengenkripsi pesan di perangkat dan hanya mendekripsinya di perangkat penerima. Tidak ada orang lain yang dapat membacanya, bahkan penyedia layanan sekalipun.
Hasil survei
Baca sorotan dari survei di bawah ini, atau ikuti tautan untuk laporan lengkap masing-masing negara.
Prancis
E2EE dianggap penting, tetapi tidak sebesar di negara lain
Persepsi tentang pentingnya enkripsi end-to-end adalah yang terendah di Prancis.
Hanya 27% yang menyatakan bahwa E2EE “sangat penting” — persentase terendah dari empat negara yang disurvei.
Secara total, hanya 61% yang menganggapnya setidaknya “cukup penting”, dibandingkan dengan 73–76% di negara lain.

Jerman
Paling mementingkan E2EE
68% warga Jerman berhasil mengidentifikasi cara kerja E2EE dengan benar.
Hampir setengahnya (47%) menyatakan bahwa E2EE “sangat penting” — tertinggi di antara keempat negara.
Meskipun demikian, satu dari tiga orang keliru meyakini bahwa Gmail menyediakan enkripsi end-to-end.

Inggris Raya
Kepercayaan yang tinggi terhadap Gmail meskipun kesadaran akan E2EE juga tinggi
73% responden di Inggris Raya menyatakan bahwa E2EE “sangat penting” atau “cukup penting”.
Lebih dari 80% berhasil mengidentifikasi dengan benar siapa saja yang dapat mengakses pesan E2EE — tertinggi di antara keempat negara.
Namun, 57% masih meyakini bahwa Gmail “sangat pribadi” atau “cukup pribadi”, menunjukkan kebingungan yang meluas tentang layanan mana yang benar-benar aman.

Amerika Serikat
Warga Amerika menghargai E2EE, meskipun banyak yang salah memahaminya
76% warga Amerika menyatakan bahwa E2EE setidaknya “cukup penting”.
Namun, lebih dari satu banding tiga responden yang menyebutnya “sangat penting” tidak dapat menyebutkan siapa yang sebenarnya dapat mengakses pesan E2EE.
Sayangnya, terdapat kesenjangan antara menganggap E2EE itu penting dan memahami cara kerjanya. Ini adalah tema yang terus berulang di keempat negara.

Pelajaran yang diperoleh
Di keempat negara, pesannya jelas: E2EE itu penting. Sebagian besar masyarakat sangat peduli dengan privasi.
Sayangnya, terdapat kebingungan yang meluas tentang cara kerja E2EE dan siapa yang menyediakannya. Banyak orang melebih-lebihkan perlindungan privasi yang ditawarkan oleh platform Raksasa Teknologi (Big Tech) seperti Gmail atau Outlook, dan hal ini menjadi suatu masalah.
Jika masyarakat memercayai alat yang salah, mereka mengekspos data pribadi kepada pemprofilan Raksasa Teknologi, pelatihan AI, dan pengawasan tanpa surat perintah. Kebingungan ini tidak hanya membahayakan privasi, tetapi juga kebebasan dan keselamatan.



